Adalah umum jika ada pertanyaan apakah anda sudah bekerja atau belum? atau dimana anda bekerja? Pertanyaan yang sangat manusiawi. Menurut data dari tahun 2007, angka pengangguran terbuka diperkirakan bertambah 12,6 juta jiwa. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin diperkirakan mencapai 45,7 juta jiwa. Menurut Koordinator Tim Peneliti Prospek Perekonomian Indonesia 2007 Pusat Penelitian Ekonomi LIPI M. Tri Sambodo, angka itu berasal dari 1,6 juta pengangguran baru, menambah jumlah pengangguran yang sudah ada sebesar 11 juta.
Ia menambahkan, angka 1,6 juta pengangguran itu berasal dari angkatan kerja yang tidak tertampung oleh kesempatan kerja pada 2007 sebesar 1,4 juta orang. “Semakin besar angka pengangguran terbuka merupakan indikator meningkatnya angka kemiskinan,” ujar Tri di Jakarta, Rabu (27/12).
Dengan mengasumsikan pertumbuhan ekonomi mencapai skenario optimum yaitu 6,5 persen dengan tingkat serapan tenaga kerja hanya 218.518 orang untuk setiap pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen maka lapangan kerja tersedia hanya 1,4 juta orang. “Mereka yang tak terserap terpaksa menganggur dan menambah angka pengangguran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Mahmud Thoha mengatakan pemerintah seharusnya mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
“Penyerapan investasi atau Penanaman Modal Asing (PMA) terbukti rendah, karena itu ikutilah jejak Thailand yang bisa menjadi maju karena mengutamakan sektor UMKM-nya,” tegasnya.
Dijelaskannya, pemerintah bisa memenuhi target pertumbuhan ekonominya 6,5 persen pada 2007 dari UMKM, karena dengan pertumbuhan sebesar itu maka diperlukan rasio investasi terhadap PDB sekitar 30 persen.
“Jadi nilai PDB riil 2007 diperkirakan 1.967 triliun karena itu nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 590 triliun, padahal nilai realisasi PMDN dan PMA hingga Oktober 2006 baru mencapai Rp 55 triliun,” Imbuhnya.
Sementara itu pembaca, dari web Sekretariat Negara RI dikutip bahwa angka pengangguran di Indonesia pada 2008 ditargetkan turun menjadi 8,9 persen dibanding 2007 yang masih 9,7 persen, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Budiono di Yogyakarta, Kamis. Seusai membuka rapat kerja nasional (rakernas) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo);
ia mengatakan untuk mengurangi jumlah pengangguran maupun kemiskinan, pemerintah perlu melakukan berbagai langkah strategis seperti pemberdayaan masyarakat.
"Untuk mendukung pemberdayaan itu, pemerintah harus memfasilitasi dan menciptakan iklim yang kondusif," katanya.
Namun, banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengupayakan langkah tersebut, terutama karena keterbatasan dana. "Karena itu, harus dipilih program prioritas, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Untuk itu, kata Budiono, pemerintah akan menciptakan iklim yang kondusif di sektor ekonomi makro dengan mengembangkan infrastruktur yang ada.
"Juga diperlukan intervensi pemerintah untuk memberdayakan masyarakat melalui penyaluran dana langsung ke masyarakat," katanya.
Ia menyebutkan tahun ini (2007) dana yang akan disalurkan pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat sebesar Rp500 juta setiap kecamatan.
"Untuk tahun depan diharapkan bantuan tersebut meningkat menjadi Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar," kata dia.
Pelik juga ya, ngurus ekonomi negeri ini, apalagi angkatan kerjanya.
Kuncinya, mungkin memberdayakan sektor UMKM itu tadi, supaya peranserta masyarakat cukup besar, dan tidak banyak menuntut formalitas. Tapi, semudah itukah pelaksanaannya, dan bagaimana cara masyarakat mengakses permodalan? sebuah pertanyaan yang perlu jawaban.
No Comments/Trackbacks for this post yet...