Ruang lingkup pembahasan:
1.Pengertian tanaman pangan
2.Ekosistem gulma pada tanaman pangan
3.Pendugaan populasi gulma
4.Pengelolaan gulma

1. Tanaman Pangan

Merupakan tanaman yang dibudi-dayakan untuk memenuhi kebutuhan makro manusia terhadap karbohidrat, lemak, protein, yang berasal dari bahan pangan nabati.
Tanaman pangan di Indonesia : padi, jagung, serealia, ubi-ubian, kacang-kacangan. Kadang-kadang terjadi pergeseran penggunaan, misalnya kentang di Indonesia tidak menjadi tanaman pangan, tetapi berfungsi sebagai sayuran

2. Ekosistem tanaman pangan

Padi – padian : sawah dan lahan kering
Jagung dan serealia : lahan kering
Ubi-ubian : lahan kering
Kacang-kacangan :Lahan kering

3. Sifat-sifat penting asosiasi gulma dan tanaman

Gulma yang berasosiasi dengan tanaman bukan bersifat menyerang, tetapi dominan
Gulma tidak mematikan tanaman
Gulma bersaing jika terbatas sumberdaya cahaya matahari, air, unsur hara

Padi

Tanaman semusim, 3 sd. 5 bulan
Beradaptasi pada lahan berair (rawa), lahan diari (sawah teknis, sawah tadah hujan), lahan pasang surut, lahan sulfat masam, lahan gambut, lahan salin, lebak, maupun lahan kering
Buah majemuk terdiri atas banyak bulir tergabung dalam satu malai.
Satu malai dihasilkan dari satu anakan produktif.

Gulma pada padi sawah

Golongan rumput-rumputan
Echinochloa crus-galli
E. colona
Paspalum distichum
Leptochloa chinensis
Leersia hexandra
Panicum repens
P. vaginatum

Golongan teki
Fimbristylis littoralis
Cyperus difformis
C. halpan
C. iria
Eleocharis pellucida
Fuirena ciliaris
Scirpus juncoides
S.lateriflorius
Eriocaulon cinearum

Golongan berdaun lebar
Marsilea crenata
Sagittaria guayanensis
Althernanthera philoxeroides
A. sessilis
Limnocharis flava
Commelina benghalensis
C. nudiflora
Eclipta prostrata
Monochoria vaginalis

Bahan bacaan :
Bangun, P. 1992. Pengendalian gulma pada tanaman pangan dan pengembangannya di masa depan. Balitbio, Bogor.
Sundaru, M. M. Syam., J. Bakar. 1976. Beberapa jenis gulma pada padi sawah. Bull. Tek. LP3 Bogor.
Balitbangtan Deptan 1991. Hasil utama penelitian sistem usahatani lahan pasang surut dan rawa 198-1990. Proyek SWAMPS-II.

Gulma pada padi ladang

Lebih banyak spesies yang tumbuh sesuai ekosistem lahan kering dimana tersimpan lebih banyak cadangan biji gulma
Spesies yang tumbuh tergantung pada lokasi, iklim, musim, dan kultivar padi yang ditanam.

Rumput-rumputan
E. colona
Digitaria sanguinalis
E. indica
Dactylotenium aegyptum
P. dilatatum
Rottboellia exaltata
Imperata cylindrica

Teki-tekian
C. iria
C. rotundus

Berdaun lebar
Ageratum conyzoides
Amaranthus spinosus
Celosea argentea
Commelina benghalensis
C. diffusa
E. alba
Ipomeoa triloba
P. oleracea
Trianthema portulacastrum

Bahan bacaan:
Gupta, P.C., dan J.C. O’toole. 1986. Upland rice, a global perspective. The IRRI, Los Baños.

Jagung

Tanaman semusim (90 – 120 hari)
Tergolong rumput-rumputan (ciri keping lembaga, akar)
Tanaman berbunga berumah satu
Jagung yang produktif sebaiknya hanya dipertahankan 2 tongkol per tanaman.
Dikembangkan di lahan kering, yang mendapat pengairan cukup dan drainase baik.

Gulma yang berasosiaasi:

Rumput-rumputan
E. colona
P. distichum
Isacne globosa
D. sanguinalis
C. dactylon

Teki
C. rotundus

Bahan bacaan :
Sudiman, A., O.R.Madkar., M.Sundaru., Sumeno. 1989. Penel. Pertan. 9 (4) : 176 – 181.

Kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah

Tanaman semusim berumur 3 – 4 bulan.
Bunga hermaprodit, berbentuk kupu-kupu
Buah disebut polong. Khusus kacang tanah, setelah bunga menyerbuk, bakal buah tumbuh memanjang disebut ginofor, dan bersifat geotropis positif.
Biji mengandung protein dan lemak dan vitamin
Dikembangkan di lahan kering yang diairi dan berdrainase baik.

Gulma pada kacang-kacangan:

Rumput-rumputan
I. cylindrica
D. sanguinalis
Ischaemuum timorense

Teki-tekian
Cyperus sp

Berdaun lebar
Borreria alata
Spigelia anthelmia
Phylantus niruri
Synedrella nodiflora
Croton hirtus
Leucas lavandulaeflora
Eupatorium odoratum
Passiflora foetida
Oxxalis sp.

Bahan bacaan :
Bangun, P., D.Pasaribu, E. Partasasmita. 1986. Minimum tillage on mungbean in alang-alang. Proc. Symp. Weed sci. p 263-273.

Pendugaan populasi gulma

Makna : menilai kekuatan daya saing gulma jika pada lahan itu dibudidayakan tanaman pertanian.
Bersifat objektif, dan sesuai dengan kaidah ekologi
Metode pendugaan : garis, titik, kuadran.
Luaran : mendapatkan data kuantitatif mengenai kepadatan, frekuensi, dominansi

Pengelolaan gulma

Prinsip mengelola =prinsip manajemen, yaitu P(lanning), O(rganizing), A(cting), C(ontrolling).
Pengeloaan gulma adalah bagian yang integral dengan pengelolaan tanaman.
Mengelola tidak sama dengan mengendalikan.
Mengelola harus bersistem (sistematik.

Pendekatan sistem dalam pengelolaan gulma:

Menurut hukum : adalah kumpulan aturan-aturan yang membatasi
Menurut rekayasa : input (masukan) yang ditransformasi dalam sebuah proses menjadi output (luaran)
Menurut awam : cara mencapai tujuan
Definisi : kumpulan objek yang terangkai dalam interaksi dan saling ketergantungan yang teratur

Masukan dalam pengelolaan gulma

Ilmu
Rencana kerja (jadwal, anggaran biaya, pewilayahan, target pencapaian, luaran)
Bahan dan alat
Persiapan fisik dan psikis pekerja
SOP

Luaran dalam pengelolaan gulma:

Hasil utama
Hasil ikutan