Hidup yang indah adalah hidup yang penuh manfaat, secara internal pada diri sendiri, dan keluarga, serta secara eksternal pada lingkungan dan orang lain.
-
Biogas dari sampah organik
@ 2009-06-05 – 17:43:45
biogas yang dihasilkan dari sampah organik adalah gas yang mudah terbakar (flammable). Gas ini dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi tanpa udara). Umumnya, semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas. Tetapi hanya bahan organik homogen, baik padat maupun cair yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Bila sampah-sampah organik tersebut membusuk, akan dihasilkan gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Tapi, hanya CH4 yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Umumnya kandungan metana dalam reaktor sampah organik berbeda-beda. Zhang et al. 1997 dalam penelitiannya, menghasilkan metana sebesar 50-80% dan karbondioksida 20-50%. Sedangkan Hansen (2001) , dalam reaktor biogasnya mengandung sekitar 60-70% metana, 30-40% karbon dioksida, dan gas-gas lain, meliputi amonia, hidrogen sulfida, merkaptan (tio alkohol) dan gas lainnya.
Dalam skala laboratorium, penelitian di bidang biogas tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi harus ditunjang dengan peralatan yang memadai. Perangkat utama yang digunakan terutama adalah tabung digester, tabung penampung gas, pipa penyambung, katup, dan alat untuk identifikasi gas. Untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya biogas dari reaktor, salah satu uji sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan uji nyala. Biogas dapat terbakar apabila mengandung kadar metana minimal 57% yang menghasilkan api biru (Hammad et al., 1999). Sedangkan menurut Hessami (1996), biogas dapat terbakar dengan baik jika kandungan metana telah mencapai minimal 60%. Pembakaran gas metana ini selanjutnya menghasilkan api biru dan tidak mengeluarkan asap.
Mekanisme Pembentukan Biogas
Sampah organik sayur-sayuran dan buah-buahan seperti layaknya kotoran ternak adalah substrat terbaik untuk menghasilkan biogas (Hammad et al, 1999). Proses pembentukan biogas melalui pencernaan anaerobik merupakan proses bertahap, dengan tiga tahap utama, yakni hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Tahap pertama adalah hidrolisis, dimana pada tahap ini bahan-bahan organik seperti karbohidrat, lipid, dan protein didegradasi oleh mikroorganisme hidrolitik menjadi senyawa terlarut seperti asam karboksilat, asam keto, asam hidroksi, keton, alkohol, gula sederhana, asam-asam amino, H2 dan CO2. Pada tahap selanjutnya yaitu tahap asidogenesis senyawa terlarut tersebut diubah menjadi asam-asam lemak rantai pendek, yang umumnya asam asetat dan asam format oleh mikroorganisme asidogenik. Tahap terakhir adalah metanogenesis, dimana pada tahap ini asam-asam lemak rantai pendek diubah menjadi H2, CO2, dan asetat. Asetat akan mengalami dekarboksilasi dan reduksi CO2, kemudian bersama-sama dengan H2 dan CO2 menghasilkan produk akhir, yaitu metana (CH4) dan karbondioksida (CO2).Pada dasarnya efisiensi produksi biogas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi : suhu, derajat keasaman (pH), konsentrasi asam-asam lemak volatil, nutrisi (terutama nisbah karbon dan nitrogen), zat racun, waktu retensi hidrolik, kecepatan bahan organik, dan konsentrasi amonia.
Penutup
Meskipun penelitian di bidang biogas bukanlah aspek baru dalam riset kimia, tetapi tidak menutup kemungkinan akan adanya pengembangan dalam penyempurnaan teknologi anaerobik untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas biogas yang lebih baik. Setidaknya beberapa misteri dalam bidang penelitian ini masih memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memperoleh jawabannya seperti penentuan bakteri anaerobik yang paling baik, penentuan starter, pencarian bahan baku dan waktu optimum proses anaerobik. Selain itu, penelitian dibidang ini termasuk gampang-gampang susah dalam artian, meskipun secara terori dapat dihasilkan gas metana, tetapi dalam prakteknya terkadang para peneliti hanya mendapatkan sedikit sekali gas metana bahkan tidak sama sekali.Sisi positif yang dapat kita ambil dari pengembangan teknologi anaerobik adalah bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak bermanfaat di bumi ini bahkan sebuah sampah sekalipun. Dengan teknologi anaerobik, selain memperoleh biogas, manfaat lainnya adalah akan diperoleh pupuk organik dengan kualitas yang tinggi, yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain yang tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia.
Disarikan dari karya tulis ilmiah :
Beni Hermawan, Lailatul Qodriyah, dan Candrarini Puspita. 2007. Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Sumber Biogas Untuk Mengatasi Krisis Energi Dalam Negeri. Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa. Universitas Lampung. Bandar Lampung -
Berbuat Baik dan Berpikiran Positif
@ 2009-04-06 – 14:10:06
Pernah saya menyampaikan kalau setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan berpulang kepada kita sendiri. Disadari ataupun tanpa disadari. Setiap perbuatan baik, kita pun akan mendapatkan kebaikannya dan setiap perbuatan yang jelek, kita pun juga akan merasakannya. Intinya, setiap kita akan melakukan sesuatu perbuatan kepada orang lain baik ataupun buruk, harus diingat kalau perbuatan itu yang pertama kali akan dirasakan oleh kita sendiri. Artinya, kita harus selalu mawas diri terhadap setiap perilaku ataupun sikap kita. Ini dapat membantu kita untuk senantiasa menjaga sikap dan berbuat baik. Kalau ditanya, siapa yang mau diperlakukan baik..? tentu semua orang pastinya mau diperlakukan baik. Tapi kalau ditanya, siapa yang mau diperlakukan tidak baik, pasti jawabannya semua orang tidak mau diperlakukan tidak baik. Begitulah kalau kita ingin berbuat sesuatu, berbuatlah yang baik.
Hal lain yang mungkin juga saya pernah sampaikan adalah berpikiran positif. Kenapa penting berpikiran positif..? dalam suatu buku yang pernah saya baca katanya kehidupan yang kita alami ini adalah hasil pikiran-pikiran kita dimasa lampau. Kalau saya ditanya soal ini, saya akan menjawab, bisa iya bisa tidak. Saya katakan bisa iya karena dalam suatu studi, pikiran kita memancarkan sebuah gelombang. Gelombang-gelombang ini akan memancar layaknya gelombang elektronik lainnya seperti TV, Radio ataupun Telekomunikasi. Pancaran gelombang pikiran ini yang akan membentuk sesuatu dari hasil yang kita pikirkan. Contohnya, kita berpikir kita akan terlambat datang ke kantor. Ketika otak kita dipenuhi oleh pikiran ini dan secara terus menerus, secara tidak langsung kita yang menyebabkan diri kita terlambat. Bisa jadi frekwensi gelombang pikiran kita yang membuat kendaraan yang kita tunggu susah didapat or membuat kita terkena macet, dsb.
Sempat terpikir oleh saya mengenai kebenaran teori seandainya memang benar, ketika saya hendak sholat jumat dan datang terlambat yakni ketika khotib sudah naik mimbar, saya selalu merasa yakin saya akan mendapatkan tempat meskipun mesjid yang saya datangi selalu padat dengan jamaah. Tapi, keyakinan saya selalu terwujud. Nah kalo dihubungkan dengan berpikiran positif bisa jadi ada benarnya. Contoh lainnya adalah, ketika saya datang siang ke kantor, kekhawatiran saya selalu mengenai tempat parkir kendaraan bermotor. Karena kalau datang ke kantor siang, pastinya parkir kendaraan selalu penuh dan sulit sekali mencari tempat. Tapi semenjak berangkat dari rumah, saya selalu merasa yakin dan dalam pikiran saya optimis akan mendapatkan tempat. Dan alhamdulillah, lagi-lagi saya mendapatkan tempat parkiran.
Inilah mungkin pentingnya kita berpikiran positif, tidak hanya mengenai hal-hal yang saya ceritakan tapi juga terhadap hal-hal yang lainnya. Berpikiran positif membuat kita merasa optimis bahkan menjadi lebih bijak. Hal apa yang membuat bijak dari pikiran positif? contohnya kalau kita sedang menunggu teman yang datang terlambat, jika kita berpikiran positif kita pasti menduga pasti teman kita terjebak macet, dsb. Jika tidak, pasti kita akan marah-marah dan uring-uringan. Begitu juga misalnya sahabat dekat kita sudah lama tidak memberi kabar, jika kita berpikiran positif, kita pasti berpikir mungkin sahabat tersebut sedang sibuk dengan pekerjaannya atau sedang kluar kota atau ada urusan yang penting, dsb. Dan bukan kita langsung menjudge teman kita sombong, dsb. Jika ini kita lakukan, insyaAllah, ketika kita mengalami hal yang sama dengan teman kita, teman kita pun mudah2an juga berpikiran positif.
Tapi memang tidak selamanya kita mendapatkan yang kita mau atau kita pikirkan. Kita semua pasti setuju bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan pasti ada campur tangan Tuhan. Oleh karenanya semua kejadian bisa dikaitkan juga dengan kehendak Tuhan. Artinya teori mengenai gelombang pikiran tersebut bisa jadi tidak berlaku jika setelah kita berpikir positif tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita pikirkan. Dengan kata lain, Tuhan belum berkehendak.
Dua hal diatas yaitu berbuat baik dan berpikir positif adalah hal yang penting dalam kita menjalani kehidupan. berbuat baik yang mendatangkan kebaikan dan berpikir positif yang mendatangkan optimisme dan sekaligus kebaikan juga untuk kita.
Yang merugi pastinya yang tidak berbuat baik dan tidak berpikir positif. Jika kita tidak selalu berbuat baik, adakalanya kita selalu dihantui dengan perbuatan tidak baik kita sendiri. Dan jika kita tidak berpikir positif, pastinya kita selalu berprasangka buruk. Padahal berprasangka buruk itu sebagian dari dosa lohhh. ihhh... takut. Dan hidup dalam berprasangka pun hanya akan membebani diri kita sendiri.
Di akhir kata ini saya cuma ingin menegaskan kembali bahwa
"Hidup dalam prasangka yang jelek itu tidak enak, hanya akan membebani diri kita sendiri"Salam,
dikutip dari http://mataharilaut.blogspot.com/2007/11/berbuat-baik-dan-berpikiran-positif.html
-
Wisata Ekologis Interaktif sebagai Alternatif Konservasi Anggrek Berbasis Pariwisata
@ 2009-03-01 – 09:17:04
Permasalahan yang dihadapi dalam pelestarian flora khususnya anggrek alam di Indonesia kian hari semakin bertambah komplek, bukan hanya karena semakin menyempit dan rusaknya habitat, namun juga karena bentuk-bentuk eksploitasi tak bertanggung jawab seperti perdagangan anggrek alam tak terkendali. Dengan berbagai permasalahan tersebut, tak elak lagi kepunahan kehidupan anggrek di alam tidak sekedar isapan jempol para pemerhati lingkungan, namun saat ini benar-benar sudah berada dititik kritis dimana laju kepunahan tersebut akan merangkak mulai dari species-species pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali-NTT dan sekitarnya, kemudian Papua. Bahkan penulis berkeyakinan, Sumatera dan Sulawesi akan mengalami kepunahan ekosistem anggrek di alam pada 2015 bila tidak ada langkah-langkah signifikan yang segera dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. Hal ini berdasarkan pada perbandingan laju kerusakan dan eksploitasi di alam yang sangat amat jauh lebih cepat dibanding regenerasi populasi anggrek secara alami yang membutuhkan proses panjang hingga puluhan tahun. Kerusakan hutan tentu berimbas secara langsung pada rusaknya populasi anggrek di alam. Laju kerusakan hutan berjalan demikian cepatnya, bahkan dalam 1 hari luasan 5127,12 hektar dapat habis seketika. Jangan bangga dulu, karena pada detik inipunpun luas hutan dinegara kita tidak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Data FAO menyebutkan bahwa setiap tahunnya rata-rata 1,871 juta hektar luas hutan kita telah habis. Pada tahun 2005 luas hutan Indonesia yaitu 88,495 juta hektar, namun tahun 2006 yang lalu, angka ini terus menurun hingga 86,624 juta hektar. Dari data tersebut dapat dibayangkan berapakah jumlah populasi anggrek alam yang terkena imbasnya. Angka diatas belum ditambah dengan angka kerusakan populasi anggrek di alam akibat laju eksploitasi tak terkendali oleh para pemburu dan pedagang anggrek tak bertanggung jawab. Lalu, bagaimana dengan laju regenerasi dan rehabilitasi populasi anggrek di alam??? Di propinsi DIJ sendiripun tak lebih dari 10 ha per 5 tahun.
Masih dapatkah kita para pecinta anggrek Indonesia berdiam diri???Produk hukum yang telah dibuat untuk mengatur pelestarian alam termasuk didalamnya pelestarian flora dan fauna di Indonesia sudah lama diundangkan. Antara lain UU No.5 th 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, PP No. 7 th 1999 tentang Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan PP No.8 th 1999 tentang Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar. Disamping itu, Indonesia telah meratifikasi konvensi CITES tentang perdagangan international species-species tumbuhan dan satwa sejak tahun 1978, namun sampai saat ini perdagangan liar tumbuhan dan satwa yang dilindungi masih saja banyak terjadi tanpa ada kebijakan dan kesepakatan bersama yang jelas antara pihak-pihak terkait.
Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki segudang potensi alam yang berprospek cerah pada segala bidang. Potensi inilah yang nantinya dimanfaatkan sebagai kunci alternatif strategi perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya yaitu untuk dikembangkan sebagai obyek penunjang dunia pariwisata nasional. Dunia pariwisata menjadi sangat penting karena merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dalam menunjang pergerakan perekonomian di tingkat bawah baik skala daerah maupun nasional. Selain mampu memberi income langsung kepada pemda setempat, sektor pariwisata secara langsung/tak langsung juga memberi imbas pada pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kawasan obyek wisata. Saat ini pola kepariwisataan domestic maupun mancanegara mulai banyak melirik pada obyek wisata yang menawarkan khasanah keindahan alam yang jauh dari kebisingan kota dan berkesan natural namun tetap menunjukan nilai-nilai pelestarian ekologis. Oleh karena itu, kepariwisataan alam kemudian berkembang munuju pola wisata ekologis yang sering disebut sebagai ecotourism dan wisata minat khusus atau special interest tourism. Kedua pola wisata ini dinilai menjamin tetap terpeliharanya keberadaan obyek dan daya tarik wisata alam pada khususnya.
Salah satu bentuk program alternatif dalam mengembangkan pola wisata ekologis (ecotourism) adalah kegiatan perlindungan anggrek alam sebagai organisme yang terancam punah dan juga habitat tempat hidup anggrek alam. Program ecotourism disini lebih menitikberatkan pada alternative solusi untuk program regenerasi serta rehabilitasi anggrek alam dalam mendukung konservasi anggrek secara langsung. Mengingat status kawasan hutan dan kawasan konservasi secara administrative masuk sebagai wilayah pemerintah daerah serta keadaan sosial ekonomi masyarakat kawasan hutan yang selalu berhubungan langsung dengan permasalahan eksploitasi anggrek alam. Maka konservasi anggrek alam yang dilakukan adalah berbasis masyarakat lokal. Pengembangan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan konservasi anggrek ini akan menjadi kelompok yang mandiri dalam pengelolaan pelestarian anggrek diwilayahnya. Perlunya pembentukan Forum Konservasi Aggrek Alam oleh kelompok tani hutan di tiap-tiap wilayah tingkat Kabupaten sebagai awal keterlibatan kelompok tani hutan yang terorganisir dalam upaya pelestarian anggrek alam di tingkat Kabupaten. Kelompok tani hutan inilah yang nantinya berlaku sebagai agen eksploitor anggrek alam yang “legal” dan terkendali. Anggrek alam ini nantinya dikembangkan melalui proses budidaya untuk menjadi komoditas unggulan dalam paket wisata ekologis.
Salah satu komponen penting dalam suksesnya skenario wisata ekologis adalah desain paket wisata itu sendiri. Lingkup wisata ekologis itu sendiri memiliki basis utama pada area dan kawasan alam lainnya, mirip dengan paket wisata alam lainnya. Hanya saja, perlu ada karakteristik tersendiri berupa adanya aktivitas langsung pembelajaran/pendidikan mengenai kelestarian ekologis. Oleh karena itu, paket wisata perlu dikemas se-interaktif mungkin agar pengunjung tidak sekedar memperoleh efek “refreshing” namun juga memperoleh pengetahuan tentang lingkungan hidup. Kunci utama dari paket wisata ekologis ini adalah “interaksi”. Yaitu berusaha menciptakan kondisi interaksi aktif (interaktif) antara pengunjung dengan komponen-komponen obyek wisata ekologis yang ada. Berbicara mengenai konsep interaktif, maka dalam aplikasinya paket wisata ini dapat dikemas dengan berbagai aktifitas bertema ecology education termasuk didalamnya tentang konservasi.
Paket wisata ekologis yang ditawarkan berupa:
*
Obyek kawasan konservasi baik in-situ maupun ek-situ yang menyajikan koleksi-koleksi tanaman hutan tahunan dalam desain natural maupun artistic layaknya kebun botani.
*Kemudian adanya habitat buatan bagi berbagai jenis anggrek alam layaknya “showroom” yang menampilkan dinamisme kehidupan anggrek di habitatnya. Misal showroom anggrek epifit, leafless orchid (anggrek akar), anggrek terrestrial, anggrek litofit, anggrek semi epifit dan sebagainya. Setiap melewati masing-masing showroom, pemandu wisata dapat menjelasakan berbagai hal berkenaan dengan habitat anggrek, pola adaptasinya terhadap lingkungan habitat, mekanisme fisiologis, adaptasi morfologi, sisi botani maupun siklus hidupnya dalam satu tahun. Fungsi pemandu wisata ini dapat digantikan dengan liflet atau audio aktif yang berada di masing-masing showroom.
*Selain itu dalam kawasan konservasi tersebut perlu dibuat suatu petak-petak khusus sebagai habitat buatan bagi anggrek alam. Petak khusus ini dapat berupa hamparan tanah bermulsa organic sebagai habitat anggrek terrestrial, berupa area dengan pepohonan tahunan sebagai habitat anggrek epifit, atau berupa tumpukan gelondongan kayu lapuk sebagai habitat anggrek semi epifit. Pada tiap-tiap petak inilah para pengunjung secara aktif dapat melakukan penanaman anggrek alam sesuai dengan aturan-aturan yang telah dibuat. Para kelompok tani hutan akan kembali berperan sebagai supplier bibit anggrek alam yang dijual dengan harga standar yang jauh lebih murah daripada harga jual komersial umum. Anggrek inilah yang nantinya yang akan menjadi komoditas utama pada paket wisata ekologis. Anggrek alam yang ditawarkan pada paket wisata ini bukan untuk dibawa pulang oleh pengunjung, melainkan untuk ditanam langsung di kawasan konservasi tersebut. Bahkan aktifitas budidaya anggrek para petani hutan ini dapat juga dijadikan obyek wisata berkenaan dengan proses konservasi itu sendiri.
Supaya dapat lebih menarik perhatian pengunjung terhadap skenario konservasi ini, maka pada setiap anggrek yang akan ditanam oleh pengunjung, diberikan sebuah label personal antiair yang dapat ditulis nama si pengunjung atau pesan-pesan khusus seperti “I love you”, sebagai ungkapan privasi masing-masing pengunjung serta sebuah kartu ucapan terimakasih sekaligus kartu identitas sebagai masyarakat peduli konservasi anggrek. Label personal ini natinya dicantumkan di tanaman anggrek yang ditanam oleh pengunjung. Sedangkan kartu identitas ini nantinya difungsikan layaknya identitas member suatu komunitas. Sehingga saat pengunjung tersebut datang kembali, maka dia akan memperoleh perlakuan khusus dan akan merasa bangga karena label personal tersebut tetap melekat pada anggrek yang menjadi tontonan pengunjung-pengunjung lainnya. Tentu saja interaksi yang diharapkan tidak hanya sampai pada proses penanaman, namun hingga proses pemeliharaan pun diharapkan turut berinteraksi, misal dengan melakukan penyemprotan pupuk atau air, sehingga muncul rasa memiliki, menjaga dan menghargai, yang berbuah rasa kebanggaan pribadi apabila tanaman anggrek yang dipeliharanya tumbuh baik, karena disitu terdapat symbol identitas pribadi sebagai alat pengakuan sosial.
Dengan scenario konservasi yang melibatkan interaksi langsung dari pengunjung, diharapkan terjadi suatu pembelajaran nilai-nilai penghargaan ekologis serta pemahaman langsung terhadap makna konservasi kepada para pengunjung. Hal inilah yang menjadi kelebihan dari Grand-design dari paket wisata ekologis dibanding wisata alam lainnya. Grand-design paket wisata ekologis interaktif ini diharapkan dapat mencapai hasil yang diinginkan sebagai upaya penyelamatan anggrek alam tanpa merugikan masyarakat lokal di sekitar kawasan konservasi (kelompok tani hutan). Bentuk wisata ekologi ini diharapkan pula dapat memberikan alternative pendapatan lainnya kepada masyarakat yaitu sebagai jasa pemandu wisata, penginapan, anggrek alam sebagai cinderamata dll. Bentuk wisata ekologis ini akan bertahan dan terjamin keberlanjutannya apabila kawasan konservasi tersebut tidak terdesak untuk kepentingan lain. Untuk mendukung itu, instansi terkait dan masyarakat luas baik melalui LSM atau forum-forum swadaya diharapkan dapat memfasilitasi segala upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong terciptanya wisata terbatas sebagai alternative yang dapat menjamin terpeliharanya kehidupan anggrek alam yang selaras dengan kepentingan sosial ekonomi masyarakat lokal. Pengembangan fungsi kawasan konservasi dalam paket wisata ekologis interaktif ini diharapkan terus dilakukan agar terdapat banyak jalur pilihan bagi para pengunjung. Demikian sekilas pemikiran dari penulis mengenai langkah-langkah alternative yang dapat dilakukan dalam upaya konservasi kehidupan anggrek alam yang tentu saja banyak kekurangan disana-sini serta ha-hal lainl yang perlu dikembangkan lebih lanjut sesuai karakteristik wilayah masing-masing daerah.
salam konservasi!!
disalin dari : Destario Metusala 07 (anggrek.org) -
IDENTIFIKASI GULMA YANG BERASOSIASI DENGAN TANAMAN TEBU TELUR (Saccharum edule Sacc.) DALAM KERANGKA PENGENDALIAN DI TENGGARONG, KUTAI KARTANEGARA
@ 2009-02-24 – 13:38:41
E.Akhmad Syaifudin
PS. IHPT Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman
Jl. Pasir Belengkong 1 Samarinda Telp. (0541) 748651, 749313. e-mail:rice_blast@plasa.com.ABSTRACT
A field survey to study the quantitative data of weed species from ‘tebu telur’ plantation in Tenggarong, Kutai Kartanegara, was done on August up to November 2007. Sampling method used was Quadrat Method. The result showed that the broed-leaves weed group were the dominant one over the area of ‘tebu telur’. Their SDR were : Chromolaena odorata (17,97), Ageratum conyzoides (10,64), Chorchorus olitorius (9,47), Imperata cylindrica (9,15), and Abutilon hemsleyanum (6,53). Thunbergia fragrans (6,20), Melothria guadalupensis (5,32), Cyperus brevifolius (4,73), Bracharia mutica (3,56), ‘unidentified Pteridophyta (3,56), Emilia sonchifolia (3,26), unidentified Cyperaceae, Pennisetum clandestinum and Solanum involucratum was 2,97, respectively, and choncrus brownii, Crassocephalum crepidioides, Malachra fasciata, and Physalis minima was 2,68 respectively.
Keywords: weed, tebu telur.
-
Menulis, malas, atau hanya karena kebutuhan?
@ 2008-12-20 – 01:17:10
Menulis, penting bagi para pengajar. Tetapi, menulis juga sulit, sebab memerlukan energi untuk berpikir, menganalisis, melakukan sintesis, dan menciptakan suasana kreatif.
nah.. selamat menulis blog anda, dan enjoy it.
-
Ramadhan penuh berkah
@ 2008-09-07 – 08:00:41
Bulan suci telah tiba, maka manfaatkanlah
Berbagi dengan sesama
Beribadah apa yang disuka
Tidur dikala ingin puasa paripurna
Sebab tidur tidak melihat menggunjing atau berbicara apa-apa
Melainkan dikrullah semata
-
Menganggur dan Bekerja
@ 2008-04-30 – 23:21:49
Adalah umum jika ada pertanyaan apakah anda sudah bekerja atau belum? atau dimana anda bekerja? Pertanyaan yang sangat manusiawi. Menurut data dari tahun 2007, angka pengangguran terbuka diperkirakan bertambah 12,6 juta jiwa. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin diperkirakan mencapai 45,7 juta jiwa. Menurut Koordinator Tim Peneliti Prospek Perekonomian Indonesia 2007 Pusat Penelitian Ekonomi LIPI M. Tri Sambodo, angka itu berasal dari 1,6 juta pengangguran baru, menambah jumlah pengangguran yang sudah ada sebesar 11 juta.
Ia menambahkan, angka 1,6 juta pengangguran itu berasal dari angkatan kerja yang tidak tertampung oleh kesempatan kerja pada 2007 sebesar 1,4 juta orang. “Semakin besar angka pengangguran terbuka merupakan indikator meningkatnya angka kemiskinan,” ujar Tri di Jakarta, Rabu (27/12).
Dengan mengasumsikan pertumbuhan ekonomi mencapai skenario optimum yaitu 6,5 persen dengan tingkat serapan tenaga kerja hanya 218.518 orang untuk setiap pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen maka lapangan kerja tersedia hanya 1,4 juta orang. “Mereka yang tak terserap terpaksa menganggur dan menambah angka pengangguran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Mahmud Thoha mengatakan pemerintah seharusnya mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
“Penyerapan investasi atau Penanaman Modal Asing (PMA) terbukti rendah, karena itu ikutilah jejak Thailand yang bisa menjadi maju karena mengutamakan sektor UMKM-nya,” tegasnya.
Dijelaskannya, pemerintah bisa memenuhi target pertumbuhan ekonominya 6,5 persen pada 2007 dari UMKM, karena dengan pertumbuhan sebesar itu maka diperlukan rasio investasi terhadap PDB sekitar 30 persen.
“Jadi nilai PDB riil 2007 diperkirakan 1.967 triliun karena itu nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 590 triliun, padahal nilai realisasi PMDN dan PMA hingga Oktober 2006 baru mencapai Rp 55 triliun,” Imbuhnya.
Sementara itu pembaca, dari web Sekretariat Negara RI dikutip bahwa angka pengangguran di Indonesia pada 2008 ditargetkan turun menjadi 8,9 persen dibanding 2007 yang masih 9,7 persen, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Budiono di Yogyakarta, Kamis. Seusai membuka rapat kerja nasional (rakernas) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo);
ia mengatakan untuk mengurangi jumlah pengangguran maupun kemiskinan, pemerintah perlu melakukan berbagai langkah strategis seperti pemberdayaan masyarakat."Untuk mendukung pemberdayaan itu, pemerintah harus memfasilitasi dan menciptakan iklim yang kondusif," katanya.
Namun, banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengupayakan langkah tersebut, terutama karena keterbatasan dana. "Karena itu, harus dipilih program prioritas, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Untuk itu, kata Budiono, pemerintah akan menciptakan iklim yang kondusif di sektor ekonomi makro dengan mengembangkan infrastruktur yang ada.
"Juga diperlukan intervensi pemerintah untuk memberdayakan masyarakat melalui penyaluran dana langsung ke masyarakat," katanya.
Ia menyebutkan tahun ini (2007) dana yang akan disalurkan pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat sebesar Rp500 juta setiap kecamatan.
"Untuk tahun depan diharapkan bantuan tersebut meningkat menjadi Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar," kata dia.
Pelik juga ya, ngurus ekonomi negeri ini, apalagi angkatan kerjanya.
Kuncinya, mungkin memberdayakan sektor UMKM itu tadi, supaya peranserta masyarakat cukup besar, dan tidak banyak menuntut formalitas. Tapi, semudah itukah pelaksanaannya, dan bagaimana cara masyarakat mengakses permodalan? sebuah pertanyaan yang perlu jawaban. -
Ibadah zakat, hubungannya dengan ibadah puasa
@ 2007-10-10 – 18:11:55
Assalamualaikum ww
Aku barusan dapat tausiyah, enak banget kiaynya memberikan. Aku pengen berbagi nih.Zakat berfungsi membersihkan. Demikian mulanya disampaikan
Jika zakat harta membersihkan harta, zakat profesi membersihkan penghasilan, dan zakat fitrah membersihkan ibadah/amalan ouasa agar diri jadi fitri.Fokus ke zakat fitrah yah...
Fungsi zakat fitrah yang pertama adalah membersihkan puasa kita dari perbuatan sia-sia.
Contohnya, melamun, baca bacaan yg tidak guna, melancong yg ndak tentu arah, dll.Yang ke dua, membersihkan amalan puasa dari perbuatan yang menodai puasa, misalnya mengumpat, berkata2 kotor, nonton yang porno2, boong, dll.
Yang ke tiga, menyantuni fakir miskin, dan orang-orang yang tergolong 8 asnaf lainnya itu.
Kita sudah sangat mengenal fungsi zakat fitrah yang ke tiga, namun yang pertama dan ke dua maknanya sangat penting. Sebab, dengan melaksanakan ibadah zakat fitrah (2,5 kg makanan mengenyangkan per orang atau uang yang setara dengan itu) makan kita akan menjadi fitri, bersih suci lahir bathin sebagaimana layaknya bayi baru lahir. Jadi jika kita ingin meraih puasa yang berkualitas, tunaikan zakat sebelum 'deadline' nya. Sebab, rasul bersabda, barang sapa yang berpuasa karena iman, baginya Syurga.
Ayo buruan, mari kita maknai puasa kita dengan menyantuni tetangga kita, saudara-saudara kita yang harus kita perhatikan. Mari kita tunaikan ibadah Zakat fitrah kita.
Semoga ada maknanya bagi saudara-ku
wassalam -
To my friend on legian beach
@ 2007-09-01 – 09:23:14
im the hippies the afro wig
at home while homeless
the blowing ocean wind my caps
under bali sun the bird song
my breakfast in the 'banjar'
after the night on the pillow of sand
on the bridgeroom of nature hinterland
talking in native tongues of nepal speak
in the alley of 'sosrowijayan'singing the white song wellcome
wellcome.. wellcome.. uuuuuh hhuuu
wellcome hippies al of continent to be
a sack is all i need, may be a 'batik'
shirt or not even thatI great you, before you depart from antartika...aaaaa...
just for nearest inHitch hiking monsoon
with wings of
conquering feet
...... (frogot....coz this is an old song of Chrisye, ml beloved singer)